Hasil Seminar Nasional, Musik: Kritik Sosial dan Pembangunan

Written by admin on . Posted in Acara PSdK, Berita PSdK, Berita Terbaru, Seminar, Slideshow

index Rabu, 5 April 2017, Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan menyelenggarakan seminar bertajuk Musik: Kritik Sosial dan Pembangunan. Acara ini bertempat di Auditorium Perpustakaan Digital Fisipol UGM. Seminar ini menghadirkan tiga pembicara yakni: pertama, Prof Andrew Weintraub, guru besar etnomusikologi dari University of Pittsburgh. Pemaparan Prof. Andrew adalah mengenai Kritik Sosial melalui Musik. Masyarakat, khususnya seniman, dapat menjadi wakil rakyat yang menarasikan realitas sosial, contohnya Iwan Fals dan Rhoma Irama.  Keduanya menjadikan musik menjadi alat yang berbahaya karena mampu menggugah pendengarnya untuk menyadari realitas sosial. Pembicara kedua adalah Dr. Hempri Suyatna, ketua Social Development Studies Center (Sodec), Departemen PSdK, Fisipol UGM. Dr. Hempri menjelaskan mengenai Dangdut, Campursari dan Kritik Sosial. Menurut Dr. Hempri, kritik sosial melalui musik dapat dilakukan oleh berbagai pihak: oleh masyarakat, musik digunakan untuk mengontrol pemerintah maupuan masyarakat sendiri; oleh pemerintah, musik digunakan untuk kontrol sosial dan kampanye isu sosial yang digagas; oleh politisi musik digunakan untuk meningkatkan citra dari diri maupuan partai politik yang diusungnya. Pembicara ketiga adalah Rizky Sasono, S.S, peneliti LARAS: Studies of Music Society. Rizky menjelaskan mengenai Dimensi Sosial Politik dalam Musik Populer. Menurutnya, penggunaan musik popular di Indonesia dipengaruhi oleh dimensi sosial politik. Masa orde baru, musik digunakan untuk membangun rasa nasionalisme, sedangkan pada masa orde lama digunakan untuk melakukan perlawanan terhadap dominasi penguasa tunggal. Penggunaan musik di masa reformasi berubah menjadi lebih beragam dibanding dua masa sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh beragamnya dimensi sosial politik yang ada di masa ini. Acara seminar berlangsung sejak pukul 09.00 WIB. Pada acara ini, disediakan pula stand buku  dan poster session abstraksi tesis mahasiswa S2 angkatan 2016. Acara ditutup pada 12.30 WIB dan diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan kepada para pembicara.   DSC_0127
Peserta seminar memadati auditorium perpustakaan digital

Peserta seminar memadati auditorium perpustakaan digital

Rizky Sasono menyampaikan pemaparannya

Rizky Sasono menyampaikan pemaparannya

Seminar “Empowering Community through Corporate Social Responsibility”

Written by admin on . Posted in Acara PSdK, Berita Terbaru, Seminar, Slideshow

Seminar CSR

Seminar CSR

Kamis 1 Desember 2016 yang lalu, Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan telah melangsungkan Seminar: Community Empowement Through Corporate Social Responsibilty di Ruang Digital Library Lantai 4, FISIPOL UGM. Seminar tersebut dibuka pada pukul 09.30 WIB, oleh Bapak Dr. Erwan Agus Purwanto, selaku Dekan Fisipol UGM dan Bapak Dr. Krisdyatmiko selaku Ketua Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan. Seminar yang mengangkat tema besar mengenai Upaya Pemberdayaan Masyarakat melalui Corporate Social Responsibility ini diisi oleh empat pembicara yang berasal dari berbagai stakeholder seperti pemerintah, perusahaan dan akademisi. Keempat pembicara tersebut ialah, Bapak Ir. Sigit Reliantoro, M.Sc, selaku Sekretaris Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Ibu Dr. Kate Macdonald, selaku Lecturer in Social Policy School of Social and Political Science University Melbourne, Bapak Agus Mashud S Asngari, selaku Small Medium Enterprise & Partnership Program Operation Manager PT. Pertamina (Persero) dan Bapak Zaki Zakaria Ash Sholih Zain, selaku Kepala Bagian CSR PT. Bio Farma (Persero). Peserta antusias mengikuti jalannya seminar yang ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang ditujukan untuk keempat pembicara yang hadir. Seminar tersebut, ditutup oleh Bapak Nurhadi, Ph. D, selaku moderator, yang memberikan kesimpulan bahwa melalui mekanisme Corporate Social Responsibility, perusahaan memiliki ruang untuk melakukan pemberdayaan masyarakat.

Untuk mengakses file presentasi pembicara Seminar: Community Empowement Through Corporate Social Responsibilty, silahkan membuka tautan berikut :

Materi Seminar CSR

Press Release: Kongres I Asosiasi Pembangunan Sosial dan Indonesia (APSI)

Written by admin on . Posted in Acara PSdK, Seminar

Pada tanggal 3 Juni 2015 lalu, 14 orang staf pengajar Jurusan PSdK menghadiri perhelatan Kongres I Asosiasi Pembangunan Sosial Indonesia (APSI) di Hotel Mesra Internasional, Samarinda, Kalimantan Timur. Bertemakan “Menggagas Institusi Inovatif Pengembangan Masyarakat Pinggiran untuk Memperkokoh NKRI”, Kongres I APSI diselenggarakan oleh Universitas Mulawarman dan PT Mahakam Sumber Jaya (MSJ). Kongres I APSI ini dihadiri oleh 9 program studi anggota APSI, yaitu Jurusan Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan Universitas Gadjah Mada, Program Studi Ilmu Sosiatri S-1 STPMD “APMD”, Prodi Ilmu Sosiatri Universitas Mulawarman, Prodi Sosiatri Universitas Gunung Kidul, Prodi Ilmu Sosiatri STPM Santa Ursula, Prodi Sosiatri Universitas Tanjungpura, Prodi Ilmu Sosiatri Universitas Iskandarmuda, Prodi Pengembangan Masyarakat Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Prodi Pengembangan Masyarakat Islam IAIN Mataram. Seminar “Kerjasama Pemerintah, Korporasi dan Organisasi Sosial: Pengembangan Sosial-Ekonomi Masyarakat Miskin dan Rentan” menjadi acara pembuka. Narasumber seminar adalah pemangku kepentingan dari akademisi yang diwakili oleh Prof. Dr. Susetiawan, SU., Ketua Jurusan PSdK UGM sekaligus Ketua APSI, representasi negara diwakili oleh Kabid Pengembangan SDM Bappeda Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Haryo Santoso, representasi perusahaan oleh TEPI Balikpapan, Hidayatulloh, S.Hut., M.Si., dan representasi organisasi sosial oleh Ketua Dewan Pengurus Credit Union Daya Lestari, Dr. Yohanes Libut, M.Kes. Seminar tersebut dihadiri oleh akademisi, perwakilan instansi pemerintah, dan perwakilan perusahaan. Acara inti Kongres I APSI dilaksanakan pada siang sampai petang, dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan malam di Kantor Gubernur Provisi Kalimantan Timur. Kongres menghasilkan beberapa keputusan penting bagi pengembangan APSI, diantaranya menyepakati Kurikulum Inti sebesar 40% yang akan diterapkan oleh 10 prodi anggota APSI dan Kongres II APSI akan diselenggarakan di Universitas Tanjungpura Pontianak pada September 2018.