Dies Natalis 60 PSdK

logo Dies Natalis PSdK New

DIES NATALIS KE 60

SOSIATRI/ PSdK

 

Dasar Pemikiran

Kesejahteraan senantiasa menjadi isu yang selalu menarik untuk didiskusikan. Berbagai ragam pendekatan pembangunan dari paradigma pembangunan yang bertumpu pada pertumbuhan ekonomi hingga paradigma pembangunan yang menekankan pada pemberdaayaan telah dilakukan untuk mewujudkan kesejahteraan. Namun demikian dalam realitasnya, kemiskinan dan kesenjangan masih menjadi persoalan yang dihadapi oleh masyarakat di dunia termasuk di Indonesia.

Di Indonesia misalnya, jumlah penduduk miskin pada tahun 2016 menurut Badan Pusat Statistik masih mencapai angka 10,86%. Sedangkan  data menurut Bank Dunia, total, total penduduk Indonesia yang berada di garis kemiskinan pada 2016 mencapai 103,2 juta atau mencapai 39,6 persen dari total penduduk Indonesia yang mencapai 260,6 juta. Angka ketimpangan juga masih cukup lebar. Lembaga Oxfam menyebutkan harta total empat orang terkaya di Indonesia, yang tercatat sebesar 25 miliar dolar AS, setara dengan gabungan kekayaan 100 juta orang termiskin.

Kebijakan-kebijakan pembangunan yang cenderung berorientasi pada pembangunan ekonomi dianggap menjadi faktor pemicu terjadinya kesenjangan tersebut. Orientasi pembangunan cenderung hanya mengejar pertumbuhan ekonomi maupun pendapat asli daerah dan mengabaikan berbagai dimensi sosial dalam pembangunan. Oleh karena itu, mainstreaming pembangunan sosial perlu terus didorong sehingga menjadi bagian yang sama pentingnya dengan pembangunan sosial. Tidak ada artinya pembangunan berhasil meningkatkan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan tetapi di sisi lain justru memunculkan berbagai bentuk kesenjangan di dalam akses pelayanan di bidang pendidikan, kesehatan , pendapatan dan sebagainya.   Dengan demikian pembangunan sosial yang berkeadilan menjadi suatu keniscayaan yang harus diperjuangkan.

Upaya menuju pembangunan sosial yang berkeadilan tersebut tentunya memerlukan sinergi dan inovasi-inovasi program pengentasan kemiskinan dari berbagai aktor yang terlibat di dalam pengembangan kesejahteraan sosial ini baik dari pemerintah, swasta  dan juga organisasi-organisasi non pemerintah (LSM). Sinergi dan harmonisasi di antara aktor-aktor tersebut diyakini menjadi modal utama di dalam mendorong pembangunan yang berkeadilan.

Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan  (Sosiatri) Fisipol UGM sebagai salah satu entitas pendidikan di Indonesia sejak berdiri , 10 Juli 1957 yang lalu sebenarnya telah berupaya memberikan kontribusi bagi terwujudnya pembangunan yang berkeadilan melalui berbagai kegiatan riset, pengabdian, advokasi dan publikasi.  Oleh karena itu,momentum Dies Natalis ke 60  ini akan menjadi momentum penegasan bagi Departemen Sosiatri/PSdK untuk memperkuat jati dirinya sebagai salah satu simpul akademis di level nasional/internasional  yang akan terus mengawal dan memperjuangkan terwujudnya pembangunan sosial yang berkeadilan.

Maksud dan Tujuan

  1. Memperingati 60 Tahun Sosiatri/PSdK
  2. Memperkuat posisi PSdK sebagai simpul akademis di dalam mendorong pembangunan sosial yang berkeadilan.
  3. Menjadi wahana promosi/diseminasi ide penelitian, pengabdian civitas akademika PSdK.
  4. Memperkuat jejaring PSdK dengan alumni dan berbagai stakeholder terkait baik nasional maupun internasional.

Rangkaian Acara

Rangkaian acara Dies Natalis ke 60 Sosiatri/PSdK telah dimulai sejak 10 Juli 2017 dan masih akan berlangsung hingga November mendatang. Berikut adalah susunan acara selengkapnya:

Acara Dies

Adapun rangkaian Dies Natalis ke 60 ini didukung pula oleh mitra Departemen PSdK sebagai berikut:

HolcimPertaminasamping