Bekal 5% yang Cukup: Perjalanan Atma dari PSdK ke Melbourne

Jalin Atma Islamy, seorang alumni PSdK UGM angkatan 2018 membuktikan bahwa bekal kuliah seberapa pun terasa abstrak dapat menjadi pondasi kokoh ketika tiba waktunya berhadapan langsung dengan realitas lapangan. Setelah menyelesaikan studi sarjananya pada 2022, ia melanjutkan karirnya selama hampir 3 tahun sebagai community development officer untuk perusahaan milik negara. Peran ini kemudian menuntutnya menguasai sesuatu yang melampaui batas-batas ilmu sosial yang pernah ia pelajari di bangku kuliah. 

“Saya mungkin sudah lupa 95% dari apa yang pernah dipelajari, tapi mengingat 5% sisanya bukan hal yang buruk juga” ujarnya. Selama berkarier di bidang CSR, Atma dihadapkan pada persoalan-persoalan yang tidak familiar seperti degradasi lahan gambut, isu konservasi lingkungan, tantangan sektor pertanian, hingga persoalan gizi masyarakat. Semua itu berada di luar domain sosial yang lazim ia pelajari. Tak gentar, ia mengingat satu prinsip yang selalu ditanamkan selama masa kuliah di PSdK yaitu pendekatan multi-stakeholder dan adopsi nilai-nilai lokal.

“Ketika bekerja, prinsip itu yang selalu menjadi kompas,” ujar Atma. Sebagai desainer program, ia merancang, mengimplementasikan, dan memonitor program CSR dengan pendekatan yang merangkul berbagai pemangku kepentingan dan mengakar pada kearifan lokal masyarakat setempat.

Di luar jam kerja, komitmen sosial Atma tidak berhenti. Ia aktif sebagai volunteer facilitator di Majelis Pemberdayaan Masyarakat di bawah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dengan fokus pada dua kelompok rentan: pendampingan difabel netra dan pemberdayaan para pemulung di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan. 

Perjalanan Atma kini memasuki babak baru. Saat ini, ia tengah menempuh studi lanjut di University of Melbourne, Australia dengan mengambil program Master of Development Studies. Menariknya, pelajaran yang pernah terasa “abstrak” di masa kuliah itu kembali hadir kali ini diakui dan diperkuat oleh kurikulum akademik salah satu universitas terkemuka di dunia.

“Pelajaran yang kudapatkan di PSdK ternyata sangat relevan ketika kuliah di University of Melbourne” akunya. Pendekatan multidisipliner terhadap isu sosial, yang dulu terasa berat dan teoritis, kini menjadi bahasa universal yang ia gunakan di panggung akademik internasional.

Kepada teman-teman PSdK yang kini duduk di bangku yang sama dengannya dulu, Atma menitipkan pesan yang hangat. Ia tidak menjanjikan bahwa semua materi kuliah akan terasa mudah dipahami, atau bahwa setiap teori akan langsung terlihat kegunaannya. Sebaliknya, ia justru memvalidasi kebingungan sebagai bagian wajar dari proses belajar. 

Have fun, enjoy your study, make a lot of friends, and don’t take it too seriously” ungkapnya. Sebuah pengingat bahwa tahun-tahun kuliah adalah investasi yang melampaui nilai-nilai di transkrip akademik ia adalah tentang manusia, relasi, dan cara memandang dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

advanced divider
Kategori