Audrey Shafia dan Perjalanan Menghadirkan Pendidikan yang Inklusif dari Yogyakarta hingga Seattle

Perjalanan Audrey Shafia Dwinandita, alumni S1 PSdK UGM angkatan 2020, menunjukkan bahwa ilmu pembangunan sosial dapat tumbuh dan diterapkan di berbagai ruang, termasuk dunia pendidikan.

Setelah menyelesaikan studi Master of Education in Curriculum and Instruction di University of Washington pada Juni 2026, Audrey kini bekerja sebagai Teacher Assistant di sebuah sekolah swasta di Seattle, Amerika Serikat. Melalui skema Optional Practical Training (OPT), ia mendampingi anak-anak jenjang Primary hingga Elementary dalam pembelajaran tematik berbasis Montessori. Sekolah tersebut bukan tempat yang asing bagi Audrey. Sebelumnya, ia pernah menjalani praktik pembelajaran di sana ketika menempuh studi di College of Education, University of Washington. Pengalaman tersebut menjadi kesempatan berharga untuk mempertemukan pengalamannya di dunia pendidikan Indonesia dengan praktik pendidikan di Amerika Serikat.

Ketertarikan Audrey terhadap pendidikan telah tumbuh sebelum berkuliah di PSdK. Pengalaman mengajar di komunitas, institusi pendidikan, serta keterlibatannya sebagai relawan membuatnya melihat bahwa pendidikan tidak dapat dilepaskan dari persoalan sosial. Keluarga, budaya, komunitas, lingkungan, hingga kebijakan turut menentukan bagaimana seorang anak belajar dan berkembang. Perspektif tersebut semakin kuat selama menempuh studi di PSdK, khususnya melalui konsentrasi pemberdayaan masyarakat. Skripsinya yang berjudul “Kesejahteraan Guru Melalui Photo-Elicitation” menjadi salah satu cara Audrey menghubungkan isu pendidikan dengan perspektif pembangunan sosial.

Nilai pemberdayaan yang dipelajari Audrey di PSdK terus ia bawa hingga studi magisternya melalui konsentrasi Culturally Sustaining Education. Ia melihat identitas, budaya, dan potensi peserta didik sebagai kekuatan dalam proses belajar.

Pengalaman di PSdK juga membentuk cara Audrey memandang pendidikan secara holistik. Ketika menghadapi kesulitan belajar, ia tidak hanya melihat kondisi individu anak, tetapi juga keluarga, budaya, lingkungan, dan realitas sosial yang membentuknya. “PSdK mengingatkan saya untuk selalu menjadi insan yang empatik dan memberi dampak berarti,” ungkapnya.

Kini, Audrey membawa nilai keadilan, empati, dan pemberdayaan tersebut ke ruang kelas di Seattle. Baginya, alumni PSdK dapat berkarya di berbagai bidang dan tetap membawa semangat pembangunan sosial. “Berkaryalah di tempat-tempat yang luas, karena kemungkinan memberi dampak sosial yang positif itu tidak terbatas,” pesannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

advanced divider
Kategori