Departemen PSdK Fisipol UGM bekerjasama dengan University of Melbourne dalam riset KONEKSI. Riset tersebut sebagai inisiatif kolaborasi penelitian dan penguatan kebijakan antara Australia dan Indonesia menyelenggarakan kegiatan “Knowledge and Innovation Exchange – Yogyakarta Roadshow Indicative Agenda” pada 19–20 November di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center. Acara ini dihadiri oleh para peneliti, akademisi, dan pemangku kepentingan dari kedua negara.
Mengusung tema “Build Solutions Where Stories Are Lived,” kegiatan ini berfokus pada diseminasi pengetahuan hasil penelitian serta kebijakan terkait isu Environment and Climate Change (ECC). Selama dua hari, peserta mengikuti rangkaian sesi yang mencakup pemaparan hasil penelitian, diskusi tematik, dan pertukaran pengetahuan yang dirancang untuk memperkuat jejaring kolaboratif dalam pembangunan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, Dr. Bahruddin bersama tim mempresentasikan hasil penelitian mengenai Jurisdictional Approach sebagai salah satu pendekatan pembangunan berkelanjutan yang inklusif. Pemaparan ini menyoroti bagaimana pendekatan yurisdiksi dapat menjadi strategi efektif dalam mengintegrasikan kepentingan lingkungan, sosial, dan ekonomi pada tingkat daerah.

Selain sesi presentasi, acara ini juga menghadirkan peneliti dan pemangku kepentingan dari Indonesia dan Australia untuk mendiskusikan upaya memperkuat relevansi hasil penelitian terhadap kebijakan pembangunan berkelanjutan di masa mendatang. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menjembatani temuan empirik dengan kebutuhan kebijakan, sekaligus mendorong terciptanya solusi berbasis konteks lokal.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, KONEKSI menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem penelitian dan kebijakan antara kedua negara guna menghadapi tantangan perubahan iklim dan lingkungan secara kolaboratif dan berkelanjutan.