Diseminasi Hasil Pengukuran Indeks Peranan Sosial (IPESOS) Tahun 2026

Yogyakarta, 26 Agustus 2026 — Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, Kementerian Sosial Republik Indonesia, bekerja sama dengan Departemen PSdK Fisipol UGM, menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Hasil Pengukuran Indeks Peranan Sosial (IPESOS) Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 26 Agustus 2026, di Alana Hotel, Yogyakarta.

Kegiatan diseminasi tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, tim peneliti dan asisten peneliti Fisipol UGM (lintas Departemen) sebagai Project Leader, serta PIC/Supervisor dari 32 Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang mencakup Sentra Terpadu/Sentra/Sentra Perintis di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan sejumlah instansi dan mitra terkait dalam penyelenggaraan serta pengembangan kebijakan rehabilitasi sosial.

Diseminasi hasil pengukuran IPESOS 2026 dilaksanakan sebagai bentuk pertanggungjawaban dan transparansi atas pelaksanaan studi kepada seluruh pihak yang terlibat. Berdasarkan hasil pengukuran, nilai Indeks Peranan Sosial secara nasional pada tahun 2026 mencapai 70 dan berada dalam kategori “Kontribusi Bermakna”. Hasil tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam memahami capaian peranan sosial sekaligus mengidentifikasi berbagai aspek yang masih memerlukan penguatan.

Salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah mendukung proses perumusan kebijakan rehabilitasi sosial yang berbasis pada data dan bukti atau evidence-based policy. Melalui penyampaian hasil pengukuran secara komprehensif, berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi implementasi kebijakan rehabilitasi sosial di tingkat nasional maupun daerah.

Hasil pengukuran juga menunjukkan adanya dimensi yang masih perlu mendapatkan perhatian dan penguatan. Salah satunya adalah dimensi partisipasi, yang memperoleh nilai relatif lebih rendah, yaitu 56. Temuan tersebut menjadi bagian penting dalam proses evaluasi serta penyusunan strategi peningkatan kualitas layanan rehabilitasi sosial di masa mendatang.

Pengukuran IPESOS 2026 memiliki cakupan penelitian yang luas dan massif. Studi ini mencakup 32 UPT di seluruh Indonesia, melibatkan 90 akademisi Fisipol UGM dari berbagai Departemen sebagai peneliti dan asisten peneliti, serta sekitar 3.000 enumerator. Pengumpulan data dilakukan di 35 provinsi dan mencakup 319 kabupaten/kota atau sekitar 63 persen dari total kabupaten/kota di Indonesia. Jumlah responden yang terlibat dalam pengukuran ini mencapai 49.086 orang.

Pelaksanaan kegiatan diseminasi dilakukan secara hybrid, sehingga memungkinkan keterlibatan UPT serta mitra dari berbagai wilayah Indonesia. Hasil pengukuran dipaparkan secara berjenjang, mulai dari tingkat nasional, UPT, provinsi, kelompok sasaran, hingga status Penerima Manfaat (PM) dan Non-PM ATENSI. Pemaparan tersebut juga dilengkapi dengan kategorisasi tingkat 1 hingga tingkat 5 serta perbandingan dengan hasil pengukuran IPESOS tahun 2025.

Selain penyampaian hasil kuantitatif, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk membahas berbagai lesson learned dari pelaksanaan penelitian di lapangan. Pembahasan dilakukan berdasarkan kelompok sasaran, yang meliputi Anak, Lanjut Usia, Penyandang Disabilitas, Korban Penyalahgunaan NAPZA dan ODHIV, serta Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang.

Melalui forum diskusi, para peserta turut menyampaikan berbagai saran dan rekomendasi yang mencakup aspek kebijakan, strategi, layanan, dan kelompok sasaran. Selain itu, kegiatan diseminasi juga diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi penyempurnaan metodologi pengukuran IPESOS pada pelaksanaan berikutnya.

Secara keseluruhan, Diseminasi Hasil Pengukuran Indeks Peranan Sosial (IPESOS) Tahun 2026 diharapkan dapat menjadi landasan dalam penguatan implementasi kebijakan rehabilitasi sosial secara nasional. Hasil studi tidak hanya berfungsi sebagai bentuk evaluasi terhadap capaian yang telah diperoleh, tetapi juga sebagai sumber data dan rujukan dalam mengidentifikasi tantangan, menyusun strategi, serta meningkatkan kualitas kebijakan dan pelayanan rehabilitasi sosial yang lebih responsif terhadap kebutuhan kelompok sasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

advanced divider
Kategori