Yogyakarta, 25 Agustus 2025 – Pada 6–15 Agustus 2025, salah satu dosen Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan FISIPOL UGM, Dr. Nurhadi, melaksanakan program visiting scholar di BRAC University, Dhaka, Bangladesh. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari pengembangan kolaborasi akademik internasional, khususnya dalam kajian pengentasan kemiskinan melalui pendekatan graduasi (graduation approach).
BRAC University dipilih karena memiliki kedekatan dengan BRAC International, sebuah lembaga internasional yang pertama kali menggagas pendekatan graduasi pada awal tahun 2000-an. Pendekatan ini kemudian berkembang dan diimplementasikan di berbagai negara, termasuk di Asia, Afrika, dan Amerika Latin, serta menjadi salah satu rujukan penting dalam perumusan strategi pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Selama program, Dr. Nurhadi berkesempatan bekerja sama dengan Prof. Syed M. Hashemi, salah satu tokoh pionir dalam pengembangan dan implementasi pendekatan graduasi. Prof. Hashemi dikenal luas atas kontribusi riset dan pengalaman praksisnya, yang menjadikannya salah satu otoritas akademik paling berpengaruh dalam bidang ini.

Aktivitas Akademik dan Kunjungan Lapangan
Serangkaian aktivitas akademik yang dilaksanakan meliputi expert interview, kunjungan lapangan, serta persiapan publikasi dan riset bersama. Pada sesi expert interview, Dr. Nurhadi melakukan wawancara mendalam dengan Prof. Hashemi mengenai sejarah, konsep, dan perkembangan pendekatan graduasi. Pendekatan ini pada dasarnya muncul sebagai respons terhadap keterbatasan model microfinance yang telah lama dijalankan BRAC. Secara konseptual, Graduation Approach mengintegrasikan lima unsur utama, yaitu targeting, consumption support, savings, asset transfer, serta skills training and regular coaching.
Kunjungan lapangan dilakukan di Distrik Manikganj, sekitar 50 kilometer dari Dhaka. Di lokasi tersebut, Dr. Nurhadi meninjau berbagai program yang dijalankan BRAC, antara lain BRAC Education yang memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat pedesaan terpencil, serta BRAC Health yang menyediakan layanan kesehatan gratis, terutama pemeriksaan mata dan penyakit tidak menular. Selain itu, ia juga meninjau program microfinance (Progoti) yang bertujuan meningkatkan inklusi keuangan masyarakat pedesaan. Kunjungan diakhiri dengan peninjauan ke Ayesha Abed Foundation, yang memberdayakan perempuan dalam industri konveksi berbasis komunitas.

Publikasi dan Riset Kolaboratif
Dalam rangka visiting scholar ini, Dr. Nurhadi juga menyiapkan rancangan publikasi bersama mengenai studi komparasi kebijakan pengentasan kemiskinan di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Publikasi tersebut berfokus pada analisis pergeseran paradigma perlindungan sosial dari pendekatan yang bersifat protektif menuju produktif melalui Graduation Approach, serta integrasinya dengan strategi pembangunan ekonomi. Analisis ini memperhitungkan variasi kapasitas fiskal, kekuatan institusional, dan keragaman kelompok sasaran di berbagai negara.
Selain itu, direncanakan pula kolaborasi riset jangka pendek dalam kerangka Asia Knowledge Initiative (AKI) pada 2025–2026. Proyek ini bertujuan mendorong decolonizing knowledge dengan mengembangkan perspektif pan-Asia melalui riset kolaboratif lintas negara.
