Fasilitator Pemerintahan, Jembatan Segala Tim: Perjalanan David Aji Pangestu Setelah Lulus dari PSdK

Jalan pengabdian alumni PSdK sangat beragam. Salah satunya ditempuh David Aji Pangestu, alumni angkatan 2020 yang kini bertugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di UPT Latkesmas Murnajati, unit pelaksana teknis penyelenggara pelatihan kesehatan di bawah Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. David menjabat sebagai Fasilitator Pemerintahan, jabatan hasil penyederhanaan berbagai nomenklatur jabatan pelaksana, sehingga ia tergabung dalam banyak tim sesuai kebutuhan instansi, mulai dari Tim Humas, Tim Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, hingga Tim Manajemen Risiko.

Kegiatannya pun beragam, mulai dari aktivasi konten media sosial dan belajar menjadi think-tank di balik digitalisasi kehumasan, pemenuhan dokumen administrasi, hingga mempelajari manajemen risiko agar peserta pelatihan dapat dilayani dengan prima. Beberapa persoalan yang belakangan ia tangani, antara lain bagaimana media sosial instansi dapat menjadi jembatan yang tidak eksklusif bagi audiens, tetap santai tetapi mengedukasi. Ia juga memikirkan cara menjalin hubungan baik dengan alumni pelatihan agar terbentuk komunitas Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) yang saling mendukung, serta cara mewujudkan budaya pelayanan pegawai yang menghapus stigma instansi pemerintah sebagai lembaga yang kaku dan ribet.

Selama belajar di PSdK, David mendalami kebijakan sosial. Namun menurutnya, hal yang paling bermanfaat dalam pekerjaannya saat ini justru tidak diajarkan secara eksplisit lewat mata kuliah, melainkan cara segenap keluarga PSdK memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa. “Hal tersebut saya sesuaikan dengan kebutuhan Murnajati sebagai lembaga pelatihan kesehatan, yaitu memberi pelayanan yang berpusat pada kebutuhan klien. Dalam bahasa ASN, Berorientasi Pelayanan, ujarnya. Dari sisi akademik, ia juga terbantu oleh pembelajaran perumusan kebijakan yang membuatnya lebih cepat menyesuaikan diri dengan istilah birokrasi sebagai ASN fresh graduate, serta membekalinya pandangan tentang strategi menghadirkan instansi yang ramah bagi semua lapisan masyarakat.

David menilai alumni PSdK memiliki reputasi mentereng dan tersebar di banyak tempat, mulai dari ibu kota, BUMN yang profitable, studi di luar negeri, hingga perusahaan multinasional. Meski demikian, sebagai ASN di Jawa Timur, ia menegaskan bahwa semangat keberpihakan alumni PSdK sangat dibutuhkan di pemerintahan, khususnya di daerah. “Jalan pengabdian itu memang beragam. Ada yang melalui penelitian, menghabiskan waktu sangat lama di tengah masyarakat, hingga kembali ke PSdK untuk memajukan keilmuan. Namun, di berbagai daerah, di dalam gedung yang mungkin tidak instagramable, sosok yang berpihak pada masyarakat akan selalu dibutuhkan,” tuturnya.

Kepada mahasiswa yang masih menjalani pembelajaran aktif di PSdK, David berpesan agar memperdalam keilmuan dan memperkuat relasi, serta berani mengambil kesempatan, meski terlihat kecil, yang dapat membuat diri menjadi lebih baik. “Ketika waktunya terjun ke dunia profesional, pilih karier yang memang diinginkan. Mencari referensi karier itu keharusan, tetapi jika sudah memilih bidang yang ingin digeluti, jangan ragu. Maksimalkan potensi yang dimiliki,” pesannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

advanced divider
Kategori