Fauzyiah Putri Rudiyanto, mahasiswa PSdK UGM angkatan 2023, mengembangkan pengalaman akademiknya melalui KKN-PPM UGM di Belitung dan kompetisi Genera-Z Berbakti yang diselenggarakan oleh BCA.

Dalam kompetisi tersebut, Fauzyiah dipercaya sebagai Ketua Tim yang mewakili Universitas Gadjah Mada. Ia terlibat dalam penyusunan gagasan dan proposal, perencanaan program, hingga koordinasi pelaksanaan kegiatan bersama tim di lapangan.
Pengalaman KKN di Belitung juga memberikan pembelajaran penting bagi Fauzyiah dalam memahami pembangunan sosial secara lebih kontekstual. Berinteraksi langsung dengan masyarakat membuatnya melihat bahwa kondisi geografis, akses, distribusi, dan karakteristik wilayah dapat memengaruhi kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan sosial bukan hanya konsep yang dibahas di ruang kelas, tetapi sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, pengalaman tersebut mengajarkan bahwa bertanggung jawab tidak selalu berarti mampu mengerjakan semuanya dalam waktu yang bersamaan. Menentukan prioritas, menjaga komitmen, dan memahami batas kemampuan diri menjadi bagian penting dalam menjalani berbagai peran.

Pengalaman tersebut menjadi ruang bagi Fauzyiah untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di PSdK, khususnya dalam memahami kebutuhan masyarakat dan merancang program pemberdayaan. KKN di Belitung juga memperluas pemahamannya mengenai ketimpangan akses dan bagaimana kondisi geografis dapat memengaruhi kesejahteraan masyarakat.

Di tengah aktivitas tersebut, Fauzyiah juga menjalani pekerjaan freelance di bidang optimasi toko online. Berbagai pengalaman ini membentuk kemampuannya dalam mengelola waktu, menentukan prioritas, bekerja dalam tim, serta menjalankan tanggung jawab secara mandiri.
“Jangan merasa tertinggal hanya karena perjalanan kalian berbeda dari orang lain. Tidak semua hal harus tercapai sekarang. Teruslah melangkah dan lakukan yang terbaik dari apa yang bisa kalian lakukan hari ini,” pesan Fauzyiah kepada mahasiswa PSdK.

Bagi Fauzyiah, pengalaman di KKN dan Genera-Z Berbakti menjadi bukti bahwa pembelajaran di PSdK tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan melalui pengalaman langsung di masyarakat.