Yogyakarta, 20 Mei 2026 — Prodi S1 PSdK Fisipol UGM resmi melepas dan membekali para Calon Wisudawan dan Wisudawati Sarjana Periode III Mei 2026. Sebanyak 29 wisudawan dilepas dalam kegiatan ini, dengan 2 wisudawan berhasil menyelesaikan studi dalam waktu kurang dari 4 tahun.

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi S1 PSdK, Milda Longgeita Pinem., Ph.D. menyampaikan apresiasi yang hangat kepada seluruh wisudawan. “Kami mengucapkan selamat kepada teman-teman yang sudah berjuang. Pesan saya, semoga kalian melangkah ke jenjang kehidupan yang lebih baik dan lebih bahagia. Memiliki kontribusi terhadap perkembangan departemen PSdK,” ujarnya.
Kegiatan pembekalan ini semakin bermakna dengan hadirnya dua alumni PSdK yang berbagi pengalaman nyata di dunia profesional dan akademik.

Pembicara pertama, Raissa Almira, alumni PSdK angkatan 2016, membawa perspektif seorang akademisi sekaligus praktisi komunikasi. Ia adalah penulis 5 buku puisi, peraih Australia Awards Scholarship, Master of Marketing Communications dari The University of Melbourne, Public Relations and Communications Lead di Gaura Travel, dan akan segera melanjutkan studi S3 sebagai Incoming PhD Student di bidang New Media and Communications, National University of Singapore (Research Scholarship Awardee).
Raissa memaparkan lima pilar penting bagi para lulusan baru:
Pertama, menemukan passion. Passion tidak datang tiba-tiba, namun harus ditemukan dan dieksplor. Sebagai fresh graduate, masih ada ruang dan waktu untuk mencari passion yang dapat menjadi sumber penghasilan. Raissa mengingatkan bahwa di PSdK pun banyak lapangan kerja di luar sana yang relevan dengan keilmuan PSdK, dan setiap orang pasti punya ruang untuk bertumbuh. “The sweet spot where passion and purpose meet,” tegasnya.

Kedua, membangun personal branding. Wisudawan didorong untuk membangun personal branding agar orang lain mengetahui keahlian dan bidang yang dikuasai. Raissa memperkenalkan konsep Define 3 Cs: clarity on who you are, consistency in how you show up, credibility through your work, sebuah kerangka praktis untuk membangun identitas profesional yang kuat.
Ketiga, transisi ke dunia kerja. Perpindahan dari mahasiswa ke profesional adalah pergeseran mindset sebelum pergeseran peran: ownership, akuntabilitas, dan inisiatif. Menjadi pekerja yang aktif dan berinisiatif membuka peluang promosi. Creating value dengan memberikan kontribusi nyata adalah kunci.

Keempat, komunikasi dan adaptabilitas. Kemampuan komunikasi yang baik bukan hanya soal berbicara, melainkan bagaimana pesan kita dapat diterima oleh orang lain. Active listening menjadi keterampilan yang sering diabaikan namun sangat krusial. Di tengah industri yang terus berubah, adaptabilitas adalah keharusan. “Adaptability = resilience + curiosity. Industries change; those who learn fast, last,” pesan Raissa.
Kelima, membangun jaringan. “Your network is your net worth: relationships open doors that qualifications alone cannot,” pungkas Raissa, sebuah pengingat bahwa relasi yang dibangun dengan tulus adalah investasi jangka panjang.

Pembicara kedua, Wisnu Krisna Yudha Pratama, alumni PSdK angkatan 2019, mantan Ketua KAPSTRA, kini bekerja di bidang CSR dan Community Development. Wisnu membagikan tiga kerangka praktis yang ia sebut sebagai bekal utama memasuki dunia kerja:
Pertama, modal individual. Wisnu mengajak wisudawan untuk mengenali karakter dan skill yang dimiliki secara mendalam. “Bungkus dan jual semua potensi kalian. Biarkan dunia tahu potensi teman-teman,” ujarnya. Ia mendorong pemanfaatan media sosial sebagai ruang berbagi modal individual. Keilmuan PSdK, seperti teori sosial, perbandingan pemberdayaan masyarakat, pendekatan budaya, dan riset dari SODEC adalah modal yang bernilai tinggi dan dapat diadopsi di lapangan.

Kedua, memahami dunia kerja. Wisnu berbagi filosofi yang membentuk cara kerjanya: “Kita tidak bisa mengendalikan perspektif orang lain, yang bisa dikendalikan adalah diri kita dan output yang kita hasilkan. Ini menjadi motivasi saya dalam dunia kerja.” Fokus memberikan output terbaik kepada perusahaan, menguasai public speaking dan memahami keypoint perusahaan, serta komitmen untuk tidak memberikan janji yang tidak dapat ditepati adalah nilai-nilai yang ia pegang teguh.
Ketiga, proses dan output. Dunia kerja menuntut kemampuan menghadapi tantangan lapangan secara langsung. Wisnu menekankan pentingnya menguasai tools praktis seperti social mapping, stakeholder engagement, dan administrasi menjadi kompetensi-kompetensi yang justru menjadi keunggulan kompetitif lulusan PSdK UGM di dunia CSR dan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan pelepasan dan pembekalan ini menjadi momentum penting bagi PSdK UGM untuk tidak hanya merayakan pencapaian akademik, tetapi juga mempersiapkan para lulusan menghadapi tantangan nyata di dunia profesional agar bisa membawa nilai-nilai keilmuan PSdK ke dalam praktik yang berdampak bagi masyarakat.
