PSdK Luncurkan Well-being Center sebagai Ruang Aman dan Layanan Terpadu Kesejahteraan Civitas Akademika

Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK) FISIPOL UGM secara resmi memperkenalkan PSdK Well-being Center (WBC) sebagai langkah strategis dalam merespons meningkatnya kebutuhan akan layanan kesehatan mental di lingkungan akademik.

Program ini hadir sebagai bentuk komitmen departemen dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, inklusif, dan suportif bagi seluruh civitas akademika. WBC dirancang sebagai pusat layanan terpadu yang mencakup kesejahteraan mental, emosional, sosial, hingga fisik.

Urgensi pembentukan WBC dilatarbelakangi oleh tingginya tekanan akademik serta berbagai persoalan non-akademik yang dihadapi mahasiswa. Selain itu, kebutuhan akan layanan yang cepat, aman, dan memahami konteks sosial mahasiswa menjadi faktor penting dalam pengembangan program ini.

WBC menyediakan berbagai layanan, mulai dari dukungan psikologis, program mindfulness dan relaksasi, aktivitas fisik dan kesehatan, hingga pengembangan keterampilan sosial dan emosional. Dalam aspek dukungan psikologis, WBC menghadirkan layanan seperti deteksi dini, program teman sebaya, sharing/healing circle, exam support care, kampanye kesadaran mental, serta hotline yang dapat diakses dalam kondisi darurat.

Dalam pelaksanaannya, WBC mengedepankan prinsip kerahasiaan, aksesibilitas, responsivitas, serta pendekatan berbasis komunitas. Setiap individu yang mengakses layanan akan melalui alur dan SOP yang telah disusun, dengan jaminan keamanan dan kenyamanan dalam berbagi cerita maupun keluh kesah.

Kedepannya, WBC juga akan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kapstra, Himapstra, hingga dosen. Program seperti pelatihan Psychological First Aid (PFA) juga akan diberikan untuk memperkuat kapasitas pendampingan di tingkat mahasiswa.

Meski demikian, WBC memiliki batasan sebagai layanan dukungan awal dan tidak dirancang untuk konsultasi jangka panjang. Apabila diperlukan, WBC akan membantu menghubungkan individu dengan layanan profesional lanjutan.

Dengan hadirnya PSdK Well-being Center, diharapkan tercipta budaya kampus yang lebih empatik, terbuka, dan peduli terhadap kesehatan mental. Civitas akademika juga diimbau untuk tidak ragu mencari bantuan, terutama ketika mulai merasakan gejala tekanan atau distress, melalui layanan hotline yang tersedia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

advanced divider
Kategori